Kamis, 15 Maret 2012

BBM NAIK ? SAYA TURUT PRIHATIN !


Beberapa bulan ini berita di tivi kebanyakan seragam, dari masalah korupsi sampai yang paling hangat sehangat sinar matahari di siang hari (itu sih panas) yaitu masalah rencana kenaikan BBM (Bahan bakar Minyak) yang akan dilaksanakan awal bulan April ini. Menurut pemerintah inilah cara terakhir yang dilakukan pemerintah demi menyelamatkan negara ini dari kebangkrutan yang lebih parah.

Percayakah kalian bahwa negara ini bangkrut? Ah saya sih tidak, buktinya anggota DPR masih hidup makmur dengan tunjangan yang melimpah (total gaji dan tunjangan bisa sampai 50jt/bulan), bapak presiden SBY pun masih bisa membuat album, bahkan rencananya mau main film juga (walaupun sepertinya batal) dan rakyatnya setiap hari harus membayar pajak dari setiap barang yang mereka beli, tandanya rakyat kaya, buktinya sanggup bayar pajak.

Jadi sepertinya tak mungkin negara ini dibuat bangkrut, kalau bangkrut nanti presiden dan anggota DPR penghidupannya darimana? Yah dengan alasan daripada negara ini bangkrut lebih baik menaikkan harga BBM demi menyelamatkan negara, karena rakyat juga yang akan membeli BBM sedangkan para anggota dewan dan presiden? Loh, kan dapat tunjangan dari uang rakyat.

Alasan pemerintah lumayan banyak, dari konsumsi BBM subsidi yang menikmati lebih banyak golongan menengah keatas, dan paling penting harga minyak dunia yang semakin meningkat sehingga menigkat pula subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah sehingga rakyat yang mendapat tunjangan ini harus dikurangi takarnya, benarkah?

KEGANJILAN-KEGANJILAN

Banyak juga keganjilan-keganjilan bagi saya yang benar-benar aneh, saking anehnya saya kira pemerintah kita ini memang sudah gila.

Presiden SBY mengatakan waktu pidato pengantar RAPBN 2012 bahwa total subsidi tahun 2011 sebesar Rp. 237,2 Triliun ( itu kalau dibeliin kerupuk cukup buat nutupin pulau Jawa) fokus di Energinya (BBM dan listrik) total subsidinya Rp 195,723 triliun.

Hitungan gampang dari pemerintah itu dikatakan, harga minyak mentah dunia per barel ditambah biaya produksi minyak perbarel dan dikurangi selisih harga patokan di Indonesia, kalau disimulasikan maka jadi seperti dibawah ini :

Perkiraan harga minyak dunia 150$/Barrel dan biaya produksi 10$/barrel, 1Barrel di rata-rata 155 liter (tapi kalau ga salah 159 liter, biar gampang hitungnya), 1$ = Rp.9000,-

Harga minyak mentah   > 150 x 9000 = Rp. 1.350.000,-
Biaya produksi minyak > 10   x 9000 = Rp.  90.000,-

Total biaya minyak menjadi premium sekitar = Rp. 1.440.000,-/Barrel sama dengan Rp.9290,33/Liter

Kalau harga premiun di Indonesia Rp.4500/Liter maka pemerintah harus mensubsidi sekitar Rp.4800/Liter.

Biaya bisa membengkak lagi karena beberapa hal yang lebih aneh lagi, dari perusahaan asing yang mendulang minyak, jadi menurut perjanjian 15% itu milik perusahaan yang mendulang. Kalau Pertamina yaitu perusahaan pemerintah yang sanggung mengambil minyak dari tanah kita sendiri kenapa harus perusahaan asing sehingga kita harus membagi kepada pihak asing?

Belum lagi pemerintah harus mengimpor minyak demi kebutuhan dalam negeri, disisi lain kita juga meng ekspor minyak ke luar ??? apa Pertamina terlalu bodoh sehingga tidak sanggup mengolah minyak mentah menjadi premium?

Tentu aja hitungan sederhana dari pemerintah itu sangat aneh, kenapa?  Kenapa pemerintah mengikuti harga minyak dunia padahal pemerintah mengambil minyak dari tanah sendiri? Seharusnya pemerintah hanya dikenakan biaya pengambilan minyak sekitar 2-10$/Barrel, Amerika yang paling mahal biaya produksinya itu sektar 13$/Barrel, lalu kenapa pemerintah harus mematoki harga dunia yang 150$/barrel? Jadi jelas banget pemerintah itu hanya berjualan minyak kepada rakyat dengan alasan klise “disubsidi” karena harganya lebih murah dari harga minyak dunia.

Gampangnya, kenapa harga minyak yang hanya 10$/Barrel (dihitung biaya produksi memompa yang paling tinggi) dibilang 150$/Barrel mengikuti harga dunia? Jadi harga minyak yang kurang dari 1200 menjadi lebih dari 9000, lalu darimana pemerintah mensubsidi?

Mungkin setelah ini saya akan dibilang sok tahu, sok ngerti perhitungannya, ga ngerti apa-apa. Yah mau gimana lagi, pemerintah tidak mau menunjukkan secara detail cara perhitungan BBM, kalau masalah hitung-hitungan duit sih saya bisa walaupun angkanya sampai triliunan, yang saya dapat hitungan dari pemerintah ya seperti diatas, lalu saya bertanya tentang perhitungannya dianggap sok tahu?

Bukan jamannya lagi pemerintah membohongi rakyat, mereka boleh membohongi rakyat disetiap janji-janji mereka menjelang pemilu, mengendalikan media-media besar demi menutupi kebohongan mereka, dari kasus korupsi dialihkan kasus terorisme, sampai kenaikan BBM mau dicoba dialihkan berita-berita kecelakaan yang padahal kecelakaan itu memang selalu terjadi setiap hari.

Toh protes atau enggak BBM akan tetap naik, kemungkinan menjadi Rp.6000/Liter tentu disusul kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) tentu harga-harga yang lain juga naik. Akhirnya kemiskinan bertambah, pencuri atau perampok makin banyak, semakin banyak juga yang di penjara atau dibunuh, makin banyak nenek-nenek yang dipenjara karena mencuri singkong untuk makan, disisi lain para wakil rakyat tetap hidup mewah dan presiden hanya berkata “saya turut prihatin”.

Bukan jamannya lagi kita dibodohi, mereka bilang wakil rakyat padahal coba tanyakan rakyat adakah yang setuju BBM dinaikkan? Kalau pemerintah bilang itu satu-satunya solusi, yah memang sudah nasib ternyata demokrasi hanya sekedar nama, atau memang negara ini negara demokrasi dan mereka adalah wakil rakyat, rakyat ingin punya mobil mewah sudah mereka wakilkan, rakyat ingin hidup layak dan enak sudah mereka wakilkan, jadi rakyat silahkan hidup susah karena wakil rakyat sudah mewakili rakyat untuk hidup senang dan inilah demokrasi yang dibanggakan (saya tidak bangga).

 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

Jumat, 27 Januari 2012

MIKIRIN KAMU


Bagaimana hari kita sekarang? Apakah ada pekerjaan yang diselesaikan? So pasti ada! Atau ada masalah yang masih kita coba selesaikan? Berbicara masalah, setiap manusia mempunyai masalah masing-masing dengan tingkatan kesulitan yang berbeda, sebenarnya tingkat kesulitan sebuah masalah itu relatif mungkin aja masalah orang lain bila kita yang merasakannya malah lebih susah ketimbang orang tersebut yang merasakannya, So, jangan anggap dunia ini kiamat kalau masalah kita berat karena banyak orang yang lebih susah dari kita dan mereka masih berjuang.

Seberapa berat masalah kita ternyata kita juga harus tetap memikirkan dan berusaha membantu masalah saudara kita, jangan sampai syetan berkata dihati “masalah sendiri aja udah ribet, disuruh mikirin masalah orang lagi” karena ga mau kan disebut bukan termasuk umat Rasulullah SAW, karena umat Rasulullah SAW memikirkan saudara muslimnya yang lain. Jadi katakan pada saudara muslim kita “aku lagi mikirin kamu” tapi hati-hati ya, jangan coba ke lawan jenis, daripada nanti jadi kasus.



Masih beratkah masalah kita? Padahal masih banyak saudara kita di bantai di sana, masih beratkah masalah kita dibanding anak-anak yang melihat ayah mereka dibunuh dan ibu mereka diperkosa? Masih beratkah masalah kita disaat mereka kelaparan dan tidak bisa menikmati pendidikan? Ternyata masalah kita belum tentu sebanding dengan masalah saudara kita yang seharusnya kita bantu selesaikan.

Saudaraku nun jauh disana kami disini masih dan tetap memikirkan kalian, walaupun disinipun kami mempunyai masalah tetapi kami sadar kalian benar-benar membutuhkan bantuan melebihi kami. Kita sama-sama terkungkung dalam kelompok Fir’aun yang mengkotak-kotakan kita dalam sekat busuk nasionalisme, kami sadar kami belum seberani kalian sudah berani melengserkan Fir’aun sehingga kalian menerima ujian fisik yang disini belum kami rasakan dan pada saatnya akan kami rasakan karena cepat atau lambat mereka juga akan membunuh kami.

Kalian disana berjuang dengan batu-batu yang meluncur deras ke tank-tank berlapis baja, disini kamipun hampir tidak bisa menyelamatkan saudara-saudara kami yang dimurtadkan didepan mata kami. Disaat kalian sudah mengangkat senjata demi membela agama, kami disini masih dihina dengan pelarangan jilbab. Disana tiket ke syurga telah di sebar, disini tiket neraka masih menutupi.

Bila saat ini kita belum bisa berjuang bersama, maka tetaplah do’a kita menyatukan hati kita. Selama senjata masih ditangan dan iman dihati tolong jangan pernah kalian tinggalkan negeri kita, negeri yang leluhur perjuangkan dengan harta dan darah, karena kami tidak mau dipermalukan karena tidak bisa seberani kalian atau seperti pasrah dijajah orang kafir dan antek-anteknya melalui hukum yang ada.

Do’a inilah pemersatu dan senjata utama kita, ini tanah kita, kita hanya membela hak kita sebagai hamba Alloh SWT dan jangan hiraukan celaan orang yang suka mencela, hidup mulia atau syahid.

Jumat, 06 Januari 2012

TAKUT ADA UNTUK DILAWAN

Phobia, entah saya pikir itu lebih lebih cocok sebagai nama orang orang daripada disebut sebuah nama yang artinya takut akan sesuatu, katanya sih cara menghadapi phobia itu ya tentu dengan melawannya, misalkan takut ketinggian maka duduklah di pinggir atap gedung, kalau takut gelap pergilah ke tempat gelap, kalau takut ular jangan cari ular karena kalo takut ular, singa, petir itu bukan phobia tapi memang tabi’at.

Tetapi saya mulai berfikir karena biasanya saya malas berfikir, andaikan si Edison penemu bola lampu itu yang takut gelap hanya sekedar menghadapi gelap tanpa menghadapinya belum tentu sekarang ada lampu, jadi sebagai tambahan disaat kita menghadapi rasa phobia kita kita hadapi sekaligus kita cari solusi untuk masalah kita itu (halah sok tua)


Ini yang sedang membuat saya bingung, aplagi kalau bukan masalah nikah (maaf nih ngmongin nikah terus daripada ngomongin orang) disaat saya tau kondisi saya yang kemungkinan besar tidak bisa nikah muda, sangat menggebu-gebunya saya berusaha agar orang tua saya mengizinkan saya bisa menikah muda, tetapi disaat orang tua sudah memberi izin malah membuat saya jadi berfikir berulang-ulang untuk menikah.

Pertama saya menganggap ternyata sewaktu saya ingin menikah dulu hanya perasaan semangat untuk menghadapi sebuah tantangan, jadi setelah tantangan itu selesai ya sudah selesai juga, selesai orang tua saya mengizinkan ya selesai juga semangat saya untuk menikah. Ternyata dibayangan sekarang menikah bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan seperti apa yang sering dikatakan teman-teman saya, mulailah hal-hal menakutkan terjadi.

Ini dia didikan emak saya yang selalu mengatakan “pikir pahitnya dulu” tapi kalo pikir pahitnya dulu dan melulu bisa jadi perjaka lapuk nih urusannya hiyy… bukan hal mudah nambah tanggung jawab, belum lagi omongan orang diluar, saya ingat sewaktu membeli makanan ke tempat ibunya teman saya, beliau (si ibu) bilang tentang nikah, dan biasa persepsi orang nikah muda itu pasti jelek, saya ga salahin itu ibu tentu yang saya salahkan orang yang nikah muda gara-gara “kecelakaan” dan juga masalah kesejahteraan, apakah menikah harus nunggu sukses dulu? Ancur dunia persilatan kalo gitu, kalo ga sukses ga nikah-nikah dong? Nanti nikahnya karena udah kelewat tua dan pilihnya pasangannya akhirnya yang mana aja yang penting nikah.

Buang semua itu, itu Cuma omongan orang awam yang menganggap nikah itu pintu terakhir kehidupan dan kesuksesannya, saya yakin bagi saya nikah adalah jalan menuju sukses, nikah menjaga diri kita, nikah juga membuat hidup kita lebih teratur saya ga mau menjadi kasus seperti teman kerja saya sekarang hampir umur tiga puluh belum nikah dengan alasan belum ada pekerjaan tetap dan gaji yang layak, dengan ini saya nyatakan perang dengan ketakutan saya tentang menikah dan dengan ini saya nyatakan mau menelpon ustad saya untuk segera mencarikan orang yang mau menikah dengan saya dengan syarat yang diajukan orang tua saya (kalo saya udah malas pilih-pilih secara spesifik), agar memudahkan saya untuk restu orang tua maka saya ikuti syarat dari orang tua (ortu Cuma minta yang lebih muda dari saya).

Ups, lupa dapet bocoran sewaktu acara kemaren, memang benar mau menikah lebih baik dicarikan aja orang orang lain langsung dihadapkan ke kita, daripada cari sendiri dari mereka yang suka main perasaan sampai berbagai macam masalah lainnya hingga kasus gagal nikah. Masalah cinta udah gampang yang penting ada orang mau nikah syarat lolos (jangan syaratnya kebanyakan) orang tua pihak satunya ga nyusahin, lanjut mang ke ijab kabul.. kalo gitu tarik baaaanng…

Eits lupa, jangan tersungging (tersinggung) buat yang cari sendiri karena itu ga masalah kok, tapi ya tadi main perasaannya lebih banyak dan lebih lama biasanya :-D mudah-mudahan kita engga yak (engga beda).

Kamis, 15 Desember 2011

MAKAN TU CINTA



Apa yang membedakan dua kata itu ya? Karena memang kenyataannya disetiap bahasa membedakan cinta dan sayang, entah saya pun tidak begitu paham dengan ini jadi lebih baik tanyalah sang pujangga yang sudah bertanya kepada rumput yang bergoyang (lho?). langsung pada intinya, banyak orang yang menikah karena cinta yah karena dengan cinta mereka bisa hidup bahagia selamanya (dongeng mode on).

Rasa cinta itu ternyata terdorong dari hormon yang ada dalam tubuh, namanya… (acak-acak artikel lama) Dopamin, Dopamin adalah bisa dibilang hormon cinta, bersama dengan meningkatnya adrenalin yang mempercepat denyut jantung (makanya orang yang lagi jatuh cinta ketemu doi langsung deg-degan) dan dopamin itu mempunyai efek membahagiakan, meningkatkan energi, menurunkan nafsu makan dan mengurangi konsentrasi.

Nah udah ketahuan kenapa orang jatuh cinta gejalanya sama, yah memang hormonnya bekerja seperti itu. Lalu apa salah orang mempunyai rasa cinta? Ya enggaklah, secara itu normal. Tapi masalahnya hormon itu tidak bisa terus bertahan selamanya seperti hidup para pecinta, hormon itu cuma bertahan selama 2 tahun, setelah 2 tahun semakin lama semakin berkurang efek dopamin (kata kasarnya cinta cuma tahan 2 tahun).

Bukan berarti ga bisa dipertahankan, menurut penelitian berpelukan bisa mempertahankan hormon dopamin tetapi hal yang paling ampuh buat mempertahankan efek dopamin yaitu dengan kejutan (bukannya dikagetin), ehem sampai masalah kejutan saya agak risih membahas, jadi siap-siap dengan apa yang di maksud dengan kejutan, mungkin bisa buat kita terkejut.
Waduh kayaknya mengulang artikel yang lama ini sih, kita contohnkan dua sejoli yang baru berkenalan, lalu mereka dekat, dan jadian, tunangan, nikah!  Kita ambil bagian sewaktu mereka jadian (pacaran sebelum nikah) hayo ngapain aja orang pacaran? Masih baru sih pegangan tangan udah serr…, besok-besoknya lagi cium pipi, dan terus berkelanjutan, ga usah tabu lagi bahkan anak SMP pun udah banyak yang melakukan hubungan badan.

Orang yang baru pertama kali merasakannya maka dia merasakan sebuah kejutan, nah kejutan-kejutan yang udah dia rasakan sebelum waktunya (nikah) inilah yang apabila udah dilakukan secara berkelanjutan (makanya hati-hati kalo udah ngerasain yang disebutin di atas PASTI ketagihan, cowok maupun cewek) apalagi kalau udah sampai tahap hubungan badan, kalau engga tersalurkan bisa-bisa melampiaskan ke cewek-cewek penjual kenikmatan atau melakukan hal-hal ekstrim lainnya (saya pernah dapat bocoran ada temannya yang menceritakan mensodomi ayam sampai mati)

Yah saya sudah tidak heran, orang malah lebih seneng anaknya pacaran daripada nikah muda (curcol). Balik lagi ke Dopamin si hormon cinta, orang yang menikah karena cinta (pacaran dulu) kira-kira udah ngapain aja? Bohong banget kalo cuma sekedar pegangan tangan pasti udah lebih dari itu, kalo ada yang sekedar pegangan tangan (kecuali pacaran ga pernah ketemu, tapi tetep aja zina hati) potong kuku saya!.

Orang nikah karena cinta yang udah merasakan yang seharusnya mereka rasakan setelah nikah, otomatis Dopamin yang mencapai dan bertahan di puncaknya Cuma 2 tahun udah terpotong waktunya sama pacaran, akhirnya udah ga ada kejutan lagi setelah menikah, ga ada kejutan waktu megang tangan isteri, cium, peluk atau bahkan gaya-gaya dalam bercinta, karena itu semua udah dirasakan sewaktu pacaran.

Jadinya habislah orang yang menikah karena cinta, karena hari-harinya hanya mengurangi kadar cinta yang mereka punya, dan setelah kadar cinta mereka habis yang membuat mereka bertahan hanya sekedar kebutuhan mereka akan seks (dibilangin kalo udah ngerasain pasti ketagihan) atau komitmen membesarkan anak mereka agar tidak disebut anak broken home, atau mereka bercerai. Yah kenyataannya gitu, cinta cuma 2 tahunan diawal jadi sisa hidupnya udah ga tau lagi namanya cinta yang mereka harapkan sewaktu nikah.

Nah apakah nikah butuh cinta? Bisa dibilang cinta itu hanya sekedar hadiah untuk orang yang menikah, coba liat ayat yang selalu tercantum disurat undangan pernikahan (Ar-Rum:21) apa ada kata cinta? Yang ada kata kasih dan sayang karena dengan itulah manusia dapat hidup langgeng, bukan dengan cinta. Dengan kedekatan yang terus terjadi maka juga akan tumbuh cinta diantara 2 orang yang menikah, dan disitulah mantabnya mereka mengisi cinta mereka dan tentu aja mereka merasakan cinta lebih lama dalam pernikahan mereka.

Jadi apa gunanya pacaran seblum nikah? Yah gunanya buat ngurangin kadar cinta kita, kalo udah abis kadar cintanya alias dopamin udah ga bereaksi lagi dengan adanya doi mantablah jadinya dan gampang dibilang “makan tuh cinta” kalo mau ngerasain cinta ya udah nikah, kalo belum siap nikah ya udah jangan macem-macem sama anak orang dan puasa, kalo masih bandel juga tanggung sendiri akibatnya, tinggal pilih langgeng dalam pacaran atau langgeng dalam pernikahan? MAKAN TU CINTA.

Kamis, 17 November 2011

TRIGGER CINTA



Rasa cinta katanya itu kayak jelangkung, dateng ga dijemput pulang ga dianter kalo udah kena ga berdaya rasanya, sampe-sampe kopi pahit kalo minum sambil ngebayangin doi rasanya manis (saya yakin disini memang berlebihan). Yah begitulah kata orang, tapi apa benar? Ah saya juga manusia seperti kebanyakan juga pernah merasakan cinta (ehem curcol nih) dan kalo jujur memang benar, kalo udah merasakan jatuh cinta maka si doi yang kelihatan itu baiknya doang, yang lain ga kelihatan dah.

Ada hal yang saat ini bisa saya protes, ternyata yang namanya cinta itu ga datang tiba-tiba dan kalo pergi pasti meninggalkan bekas, berbicara dari pengalaman nih, namanya cinta datang dari rasa suka dulu, terus hubungan yang intensif, merasa cocok dan dor! Salah satu dari dua orang itu ada menarik trigger (pelatuk) cinta yang menjadikan mereka dua sejoli yang berkebun-kebun hatinya, soo sweet pokoknya orang kalau udah ditahap seperti itu.

Lalu bagaimana dengan nafsu? Nah ini bisa dibedakan aja, ada memang orang tujuan saling mencintai karena nafsu tapi saya tidak akan membahasnya karena sudah tidak menarik. Tetapi yang berbahaya yaitu dua sejoli yang saling mencintai karena memang cinta tetapi di tengah jalan selalu bercampur nafsu atau pastinya selalu berubah menjadi nafsu. Nafsu itulah yang akan semakin besar seiring jalinan hubungan mereka yang sedang berbunga-bunga, wew!

Dengan hal mudah, dua sejoli yang hati saling terpaut dalam danau cinta (hoeks, sok puitis banget) mereka bertemu berdua, jalan-jalan berdua, pergi makan berdua, pergi ke toilet aja ga bisa berdua kalau bisa berdua bisa berabe (yang kita bahas bukan kelompok gay atau lesbian) sering sms dan telpon-telponan, kalau sehari aja ga tau kabar si doi rasanya ada yang ganjil, perasaan jadi cemas, susah makan, susah tidur susah buang air (wajarlah kalau susah makan).

Kira-kira apa aja yah yang dilakukan dua sejoli kalau lagi berduaan tanpa ada manusia lain diantar mereka? Nah disinilah setan yang tugasnya memperindah nafsu (kalau udah muncul nafsu baru setan kompor-komporin) udah pegangan tangan, cipika-cipiki, cium pipi dan Eiiitttsss…. Ga usah dilanjutin daripada mupeng, disinilah rasa cinta mereka yang menempuh jalan salah dikotori oleh nafsu mereka sendiri, ini namanya udah nyasar nyebur jurang juga.

Lalu apa yang akan kejadian setelahnya? Kalau sudah benar-benar jauh hubungan mereka bisa-bisa mereka melakukan apa yang dinamakan Making Love, namanya menipu banget karena kalau namanya making love berarti mereka melakukannya memang karena suka sama suka dan tidak ada yang disalahkan, kasian yah cinta ama zina jadi disamakan mata mereka buta untuk membedakan zina dengan cinta, yah memang banyak orang bilang cinta itu buta (makanya kasih mata).


GA ADA OBAT ADANYA PENCEGAHAN DAN BERTOBAT

Mecegah lebih baik daripada bertobat, mungkin itu yang cocok kalo masalah hati, jadi lebih baik mencegah dalam kubangan zina yang terasa seperti cinta daripada bertobat setelah nyebur ke kubangan tersebut. Tentang bertobat, yah anggap saja kita sudah merasakan apa yang disebut pacaran setelah itu kita bertaubat ga mau pacaran (gila aja berarti ga normal) ga mau pacaran sampai menikah maksudnya, ada beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya kita seharusnya bisa membaca diri kita sendiri saat terjadinya perasaan suka tersebut dan tentunya kita bisa mencegahnya lebih lanjut, kekurangnnya ya sudah rasakan bayangan buruk itu seumur hidup (hiks) jadi pikir-pikir lagi deh kalo milihnya mau tobat setelah maksiat, karena siapa bilang sengsaranya sementara, bisa seumur hidup sengsaranya jadi yang belum terjerumus, berdoalah jangan sampai terjerumus dan lakukan pencegahan dini.

Bagaimana yang belum pernah terjerumus (jangan sampai terjerumus), kelebihannya setidaknya tidak ada bayangan yang akan menghantuimu seumur hidup, hiiiyyy.. kekurangannya yah kadang ga tau bagaimana mencegahnya saat perasaan itu datang tiba-tiba, jadi bagaimana? Lanjut aja bacanya!

JANGAN DITARIK TRIGGERNYA

Langsung to the point aja nih, jangan ditarik trigger cintanya, trigger ditarik itu saat kita mengungkapkan perasaan kita secara langsung dan parahnya lagi si doi menerima perasaan tersebut, kalau itu terjadi yakin aja kalau tidak ada yang bisa menyadarkan kita kecuali si Maha Pembolak-Balik Hati, dan khusus buat para cewek biasanyakan cowok yang menarik trigger buat nembak jadi yang cewek punya kunci utama juga yaitu terima (gubrak!) eh ya boleh terima tapi suruh ngelamar aja selain itu tolak.

Mau dihindari mau tidak perasaan suka itu wajar, tetapi selama trigger yang bisa menyebabkan kalian menjadi sepasang kekasih yang illegal maka jangan pernah coba-coba untuk menariknya atau menerimanya bila ditarik juga sama si doi, atau lebih aman lakukan pencegahan awal dengan katakan say no to pacaran sebelum nikah, kalo mau pacaran sama gua ijab kabul dulu sama bapak gua atau terimalah kenyataan bahwa kita adalah jomblo yang suatu saat juga akan menarik trigger cinta disaat ijab kabul, dengan begitu ga ada rasa bersalah untuk kemasa mendatang, tinggal pilih jomblo atau nikah ga ada pilihan lain.

Selasa, 15 November 2011

Sampai Mana Tingkat Radikal mu?


Banyak berita heboh di Indonesia, dari hebohnya sea games sampai celana yang saya pakai ternyata bolong tetapi kayaknya yang terakhir bukan berita heboh. Kehebohan Freeport dan kedatangan Obama ke Indonesia yang pasti tujuannya bukan untuk makan sate atau bakso. Oh iya jangan ketinggalan berita yang sebenarnya paling menarik buat saya yang pertama resesi ekonomi dunia yang menuju kolaps (beuh, bahasanya) sama kejatuhan diktator disetiap negara, apa yang menarik? Entah bagi saya menarik aja.

Dengan tegas sekali Samuel P.Huntington ( yang terkenal pertama kali gemborin islam adalah musuh utama, walaupun Bernard, Lewis duluan) dalam bukunya yang terkenal Who are we?: The challenge to America’s National Identity; dengan terang-terangan dia mengatakan bahwa musuh utama barat pasca perang dingin adalah islam militan, huff.. tenanglah hati ternyata musuhnya islam militan walaupun mereka sekarang menyebutnya dengan teroris, tapi ternyata ada sedikit masalah lagi, ternyata dalam buku tersebut islam militan itu dijelaskan secara kabur (kabur kemana?) yah intinya islam militan itu bisa mengacu ke siapapun yang mengaku agama islam walaupun liberal sekalipun.

Entah, apa udah ada yang mengkelaskannya, tapi saya coba mengkelaskan kelompok islam sesuai target, karena memang kenyataannya selama elu itu islam ya gua bantai cepat atau lambat, kata mereka.
MUSLIM ANTEK KAFIR

Kelas pertama dengan tingkat bahaya yang sangat rendah, mereka adalah kelompok muslim yang mempunyai kecerdasan diatas rata-rata, mempunyai karisma dan pengikut dan yang pasti sudah terlena dengan 3TA fitnah terbesar dunia (HarTA, TahTA, WaniTa), untuk setiap mahasiswa atau dosen atau bahkan profesor yang menulis tentang islam dan berani “nyeleneh” mereka siapakan bayaran tinggi untuk setiap tulisannya, belum lagi penghargaan-penghargaan yang akan diberikan mereka, contoh gampang penghargaan yang diterima Musdah mulia dari Condoleeza Rice sebagai wanita Asia yang berani (berani ngawur soal islam).

Makhluq-makhluq sejenis dengan musdah mulia ini mereka akan benar-benar mengekor kepada barat demi kepentingan perut mereka, mereka akan dipelihara oleh kafir demi kepentingan merusak islam, itu baru satu contoh, penghinaan dan omongan yang nyeleneh dari tokoh-tokoh islam yang berpengaruh sudah banyak, dari dulu yang bilang Al-Quran itu kitab paling porno sampai situs porno itu ga haram dan lebih berbahaya situs radikal.

Mereka adalah orang-orang yang akan terakhir dijadikan target oleh orang kafir, jangan kira mereka akan terus dipelihara, selama mereka masih ber KTP islam mereka akan tetap dibantai, apalagi belum masalah Ras (orang kafir itu benar-benar rasis Ras pun kalau bukan dari Ras mereka mereka masih mempunyai kebencian)

MUSLIM AWAM

Dikarenkan saya tidak mampu memenuhi kriteria untuk menjadi antek kafir (berkarisma dan mempunyai pengikut) maka saya paling hanya ditempatkan di kelompok ini, muslim awam. Kriteria gampang muslim disini hanya sekedar menjadikan islam sebagai agama ritual, udah selesai mengerjakan ritual ya lengkaplah sebagai muslim, yang mereka terima adalah islam dari orang tua mereka atau yang kebanyakan dilakukan, lebih percaya tivi daripada Alquran, makanya dibilang demokrasi itu baik atau sejalan sama islam.

Inilah kelompok kekuatan islam, kekuatan islam yang besar terletak pada kelompok ini karena jumlah mereka yang banyak, tentu saja disinilah peran yang penting yang harusnya dilakukan, orang kafir yang sengaja menidurkan orang awam dengan media mereka, karena mereka tahu bila kelompok ini bangkit maka masalah besar akan terjadi diwilayah kekuasaan mereka.

Disini masih dianggap tidak bahaya walaupun sebenarnya tetap saja orang kelompok ini suatu saat yang akan menjadi “korban sipil” dalam perang, jadi siap-siap dibantai layaknya sapi potong yang sengaja dikasih makan lalu setelah gemuk disembelih.

Selasa, 01 November 2011

Menikah Itu Ga Gampang Tapi Jangan Dibuat Susah

Guys, udah berencana nikah dalam waktu dekat? Kalo udah baguslah lanjutkan kawan tapi kalo belum, wajar mungkin memang karena belum siap hehe.. tapi namanya juga belum siap juga jangan coba-coba deket sama lawan jenis, nikah belum siap tapi udah berani main hati sama lawan jenis, apa kamsud loo? Kalo belum ada rencana tunggu aja mupeng kalo saya duluan yak hihi..

Sewaktu pertama kali saya bilang ke ustad dan beberapa teman yang senior (ga enak bilang tua) bahwa saya mau secepatnya menikah, maka pertanyaan yang sama terlontar dari mereka “Memang calonnya udah ada?” sewaktu ustad saya bertanya saya tidak terlalu menanggapi, lalu teman saya bertanya yang sama juga dan sama pula dengan adik saya dan disitulah mulai saya berfikir apakah calon prioritas saya sekarang? Ternyata belum karena prioritas saya waktu itu adalah ridho orang tua saya.

Ustad saya berkata “kamu orang padang ya?(minang) berarti susah nih kalo mau nikah muda paling nanti umur 30-an baru di izinin sama orang tua” bah! Kaget bukan kepalang, ternyata ustad sayapun tahu apa yang dikatakan orang tua saya, orang tua saya ngotot untuk jangan buru-buru menikah dengan banyak alasan, dari alasan adik perempuan saya dululah biar bisa bantu dia menikah walaupun saya jawab walaupun saya menikah duluan pasti saya akan bantu, sampai alasan yang menurut mereka bisa mencegah saya, ibu saya bilang “ Nabi Muhammad aja nikahnya umur 25 tahun kok kamu buru-buru”

Dan tentu aja mudah buat saya menjawab “ yang nikah umur 25 itu Muhammad belum jadi Nabi, tapi Rasulullah SAW nyuruhnya bagi yang sudah ingin menikah maka segerakan menikah”. Memang banyak cara orang tuaku ingin mengubah keinginanku untuk menikah muda, oh iya umurku memang masih mudalah, sewaktu menulis ini umurku belum genap 22 tahun masih beberapa minggu lagi, kembali lagi ke topik! Entah memang terlihat seperti itu laki-laki lebih siap dan matang untuk menikah kalau umurnya sudah 25 tahun keatas dan wanita 21 keatas, benarkah? Kita bantai bid’ah yang satu ini.



MENIKAH ITU PINTU AWAL BUKAN PINTU AKHIR

Banyak yang mengatakan seperti ini, setelah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang tetap (atau dengan tambahan) punya kendaraan atau paling engga nyicil rumah baru menikah, punya anak dan seterusnya. Bagi saya ini hal yang lucu, mereka menjadikan pernikahan sebagai tujuan mereka setelah sukses, bagi saya pernikahan adalah tujuan saya untuk sukses bukan sukses untuk menikah.

Percaya bahwa Alloh SWT adalah Sang Pemberi Rezeki dan ikhtiar udah cukup menjamin masalah finansial atau finan untung juga boleh, hah? Memang persepsi orang itu beda-beda tetapi bagi saya lebih benar kalau menikah itu untuk sukses daripada sukses dulu baru menikah dengan begitu menikah sebagai salah satu gerbang awal kita untuk mencapai tujuan-tujuan besar, menikah adalah gerbangnya.

CUKUP UMUR ATAU CUKUP KESIAPAN

Apa umur berpengaruh? Sedikit berpengaruh memang tetapi tetap yang perlu didewasakan adalah pikiran kita masalah umur memang sudah sunatullah akan terus bertambah dan jatah hidup berkurang tetapi mendewasakan pikiran itu pilihan, banyak yang umur tua masih banyak tingkahnya seperti remaja (ABG tua…) dan lebih banyak lagi remaja yang tingkahnya keblinger dengan dalil masih mencari jati diri, bukan mencari jati diri tetapi memang karena pikiran yang belum dewasa.

Jadi mitos tentang batas umur menikah adalah hal yang bohong seperti kebohongan holocaust yang terjadi terhadap orang Yahudi laknatullah, pemikiran dewasa dan kesiapan dalam berbagai hal itulah menuntun kita dalam sebuah pernikahan, ingat program pemerintah yang sering di iklankan “Dua isteri lebih baik” Pletak!.

ADA YANG BUTUH SEBENTAR TETAPI BANYAK YANG BUTUH WAKTU LAMA

Waktu yang dimaksud tentu waktu yang dibutuhkan agar bisa menikah muda, ada memang yang ingin menikah muda tinggal bilang ke orang tua lalu orang tua mengizinkan dan nikah, tetapi banyak  yang ingin menikah muda orang tua belum mau mengizinkan, bagaimana?

Senasib berarti kita, menikah muda bukanlah hal yang mudah, untuk mendapatkan restu orang tua sayapun saya membutuhkan waktu 2 tahun untuk terus berdialog (kebayang mulai umur berapa saya mulai) dan itu belum termasuk persiapan saya untuk berdialog berarti saya memulai persiapan untuk menikah bahkan diwaktu umur saya sebelum 20 tahun karena saya akan tahu disaat saya akan mengajukan untuk menikah muda saya akan menerima penolakan, makanya disinilah dibutuhkan kesabaran karena yang saya hadapi orang tua sendiri, jadi mana mungkin saya melakukan tindakan ekstrim untuk orang tua.

Sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan tergantung kita, 2 tahun seperti saya seharusnya menjadi waktu yang lama mengingat tidak fokusnya saya, maklumlah saya juga masih remaja kadang terbesit di hati ini ingin seperti teman-teman yang bebas bergaul dan bertindak, Yaa Alloh maafkan kesalahan hamba selama ini.

Akhirnya beberapa saat sebelum saya melancarkan “serangan” terakhir saya kepada orang tua, malah ibu saya dengan sendirinya memberi restu terhadap saya (Aamiin ya Alloh). Saya ingin langsung berterus terang lagi ke beliau bahwa saya ingin menikah tahun depan dan meminta restu kepada mereka, bila mereka tidak merestui saya mau angkat kaki dan hidup mandiri agar mereka tahu keseriusan saya (walaupun seperti melihat mengancam hehe).

Alhamdulillah Alloh SWT mempunyai rencana lain, disuatu pagi ibu saya mengatakan agar merenovasi rumah ini agar bila nanti hajatan ga malu-maluin dan saya boleh menikah duluan, entah ingin menangis rasanya waktu itu, buah kesabaran dan doa saya merasa tidak sia-sia dan saya yakin memang tidak pernah disia-siakan, akhirnya saya bisa mempersiapkan lebih khusus lagi untuk menikah tahun depan, eits! Saya harus selesaikan merenovasi rumah baru deh saya cari calon, belajar dari pengalaman aja mencari calon dan bermain hati dengan lawan jenis dengan waktu menikah yang masih agak jauh bisa berbahaya, dan saya tidak mau mengulanginya lagi, selamat untuk semua ayo kita balapan siapa yang nikah duluan yah!

Selasa, 25 Oktober 2011

Semangat Ga Semangat Harus terus Maju

Ga harus tunggu semangat untuk bisa terus maju, ayo kita terus maju yang penting kita maju buat kebenaran yak. Memang kita harus keras nih sama diri sendiri atau nanti dunia yang keras terhadap kita, paksa aja lay, Alloh aja menyuruh hambanya buat berjihad dalam keadaan berat maupun ringan yang penting masalah perhitungan urusan Alloh bukan urusan kita. Semangat, Ciayyo, Ganbatte, ah terserahlah....



Jumat, 14 Oktober 2011

PENTINGNYA KHILAFAH DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

Huff... disuruh ustad buat makalah, padahal masih grogi kalau buat makalah dengan bahasa lebih baku dan ilmiah, tapi inikan perintah yang ga melanggar syara jadi lakukan ajalah, kalau dikoreksipun bagus jadinya hehe.. cuma dikasih judul " PENTINGNYA KHILAFAH DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT" Isinya suka-suka saya selama masih terkait dengan judul, ya udah isi aja yang penting kumpulin hahaha.. Tok !


Mau bantu koreksi juga? ya udah nih baca aja :


PENTINGNYA KHILAFAH DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

Manusia adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi satu sama lain agar kebutuhan bisa tercapai, oleh karena itu disetiap interaksi yang terjadi dibutuhkan sebuah syariat (aturan) yang dijalankan agar terjadi keseimbangan dalam berinteraksi. Syariat yang ada harus bersifat seimbang dan tidak mendukung salah satu pihak sehingga setiap syariat yang ada sebaiknya dibuat netral.

Sebuah syariat sama seperti syariat lainnya haruslah dipaksakan dan mengikat semua orang yang didalamnya sehingga dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, tetapi sebaik apapun jalannya sebuah syariat tidak serta merta dapat menghasilkan sebuah keadilan yang merata karena bentuk dalam sebuah syariat dan yang menjalankan adalah hal penting yang harus diperhatikan.

Syariat netral bukanlah syariat yang dibuat berdasarkan pemikiran tanpa mempunyai landasan yang jelas ataupun syariat yang disepakati bersama, karena banyaknya yang menyepakati sebuah syariat tidak menjamin menjadi kemakmuran untuk semua karena bersatunya pemikiran setiap manusia tidak akan pernah dapat berlaku adil untuk semua, sehingga syariat itu lebih baik dibuat oleh yang benar-benar mengetahui segala hal baik secara umum maupun khusus.

Islam adalah agama yang sempurna dan telah disempurnakan sesuai dengan firan Allah SWT dalam surat Al-Maaidah: 3


3. diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sebagai agama yang sempurna dan yang di ridhai, islam sudah mempunyai syariat-syariat secara umum ataupun khusus untuk mengatur semua kehidupan manusia semenjak tidur hingga tidur kembali. Syariat yang dibuat oleh pencipta manusia dan seluruh alam semesta yang sangat mengetahui ciptaan-Nya melebihi apapun yang ada, Allah SWT yang mempunyai sifat Maha Tahu, dengan sifat Maha Tahu itulah Allah SWT telah membuat syariat yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia sebagai mana dalam firman-Nya :


107. dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Al-Anbiyaa : 107)

Islam adalah rahmat untuk seluruh alam bukan hanya untuk umat islam saja, sehingga syariat yang didalamnya haruslah kita sebagi umat muslim mempercayainya adalah untuk seluruh alam. Keyakinan inilah yang mewajibkan untuk menjalankan setiap syariat yang telah dibuat dan yang telah Allah SWT perintahkan dalam Al-Qur’an maupun dalam hadist Rasulullah SAW. Syariat yang Beliau SAW pernah terapkan semenjak di Madinah Al-munawwarah hingga dilanjutkan oleh para khulafaur Rasyidin hingga kekhilafahan setelahnya yang berakhir di kekhalifahan Turki Utsmani atau yang lebih dikenal dengan Ottoman.

Syariat yang diterapkan adalah syariat yang berasal dari Kitabullah dan Hadist Rasulullah SAW dan ijtihad yang berlandaskan dari keduanya. Berdasarkan inilah bagaimana syariat islam menjadi hal sebenarnya harus dijalankan setiap umat manusia dan khususnya setiap muslim dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara dan setiap syariat yang dijalankan haruslah mempunyai lembaga ataupun kekuatan yang bisa “memaksakan” kesetiap individu sehingga syariat tersebut bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

Kekhilafahan secara historis adalah lembaga atau kekuatan yang menjalankan dan menerepakan syariat islam dalam kehidupan bermasyarakat secara umum dan Khalifah adalah kepala negaranya. Syariat islam adalah salah satu bagian dalam islam dan harus dijalankan oleh setiap muslim demi kesempurnaan islamnya atau islamnya tidak sempurna bahkan bisa batal bila menentang syariat islam, Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf : 40 :


40. kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Khilafah hanyalah sebuah nama dari sebuah lembaga yang menjalankan, “memaksakan” dan menyebarkan syariat islam ke seluruh penjuru bumi, dan dengan diterapkannya syariat islam bukan berarti menindas agama lain karena islam tidak pernah memaksakan orang lain untuk masuk kedalam agama islam, didalam syariat islam tidak ada pihak yang diuntungkan sebagai contoh, maupun orang muslim ataupun kafir dzimmi (kafir yang tunduk dan patuh terhadap hukum islam dan membayar jizyah) yang berzina sama-sama di rajam, tidak ada perbedaan muslim atau bukan.

Sangatlah salah bila dikatakan syariat islam itu hanya menguntungkan umat islam, karena perlakuan hukum yang diterima itu sama. Karena kenyataannya syariat yang berlaku di kebanyakan negara (demokrasi) terbukti tidak dapat memakmurkan manusia secara keseluruhan dan hanya menguntungkan pihak-pihak penguasa yang notabene sebagai wakil rakyat dalam pemerintahan. Penyebab utama demokrasi tidak bisa memakmurkan seluruh rakyat bukanlah karena sistem yang buruk tetapi karena tidak adanya ridho Allah SWT didalam sistem tersebut, bukankan manusia beribadah kepada Allah SWT agar mendapatkan ridho-Nya?

Sebagai umat islam yang harus menjalankan perintah-Nya secara totalitas maka syariat islam adalah sebuah kewajiban setiap kaum muslim untuk mejalankannya, dan tugas khalifahlah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehingga adanya khilafah dan lembaga untuk menjalankan syariat islam wajib adanya sesuai dengan kaidah fiqh yang berbunyi :

“Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.” (Jika suatu kewajiban tak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya). (Saifuddin Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, 1/111).

Maka apapun hal yang membawa kewajiban maka hukumnya menjadi wajib seperti wajibnya kita berwudhu sebelum sholat maka tempat dan alat wudhu wajib adanya, begitu pula syariat islam yang wajib dijalankan oleh setiap muslim bila bisa diterapkan dan di tegakkan melalui kekhilafahan maka khilafah itu hukumnya wajib karena wajibnya syariat islam.

Siapa saja seorang muslim yang menolak kekhilafahan dan syariat islam padahal dia tahu akan kewajiban dalam menerapkannya dan mempunyai kemampuan untuk menerapkannya maka kafirlah orang tersebut sama seperti kafirnya syetan sewaktu menolak perintah Allah padahal syetan tahu bahwa itu adalah perintah Allah SWT, tetapi kesombongan dan ke engganannya membuat syetan menolak perintah Allah SWT.


34. dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Penerapan syariat islam dalam naungan khilafah tujuan utamanya bukanlah untuk memakmurkan rakyat, tetapi untuk menjalankan perintah Allah SWT dan mendapatkan ridho-Nya, dan kemakmuran itu akan Allah serahkan dengan sendirinya seiring keridhoan Allah SWT terhadap apa yang telah kita lakukan.Wallahu ‘alam bissawwab.


End.

Maaf ga ada arabnya lagian tau juga nih jadi susah buat input ke blog hehehe... di maklumi yak


Rabu, 05 Oktober 2011

DUit, DUit, DUit (Harta,Tahta,Wanita)

Seberapa pentingnya sih yang namanya uang itu? Sebenarnya sebagai fungsi uang itu cuma sebagai alat penukar yang sah, sahnya alat penukar itu karena unsur yang terkandung dalam uang itu harus senilai dengan apa yang ditukar, yah kurang lebih seperti itulah artinya, tapi kalau ga terima dengan arti itu juga gapapa boleh lihat arti dalam KBBI uang tuh artinya alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.

Sebenarnya ingin membahas tiga -ta yang dibilang sangat berbahaya buat manusia yaitu harta, tahta, wanita. Entah kenapa wanita disebut juga, berarti ini berbahayanya buat pria aja kan? Pria memang sudah diciptakan seperti itu, bisa berkomitmen dengan lebih dari satu wanita (kalo caranya salah berarti selingkuh, kalo jalannya benar berarti poligami) sifat setianya yang kurang, dan mudahnya tertarik dengan lawan jenis, dan yang pasti suka ngegombal makanya itu saya ga pernah pacaran sama pria, apalagi nikah, mending sama wanita aja hehehe… Pletak!

Wah sepertinya agak ngaco nih, tadi menjelaskan tentang uang, langsung pindah ke wanita sekarang malah menjelaskan ketidak teraturnya tulisan. Baiklah kita coba fokus membahas satu-satu secara berurutan, daripada nanti tambah ngaco malah ga selesai-selesai.

Harta, bukan hanya uang bisa aja dengan rumah, lahan, hewan ternak dan lainnya sebenarnya wajar bisa membuat orang terlena, karena statement orang itu uang bisa membeli kasur yang mewah, walaupun kita tahu uang tidak bisa membeli tidur yang nyenyak, sebenarnya kita lebih baik jangan tidur terlalu nyenyak karena resikonya susah bangun malam, kecuali memang kita tidak biasa bangun malam tetapi juga bangunnya karena pengen nonton bola.

Jadi ingat kata adik “Semakin besar penghasilan orang, makin besar kemauannya dan semakin besar pula pengeluarannya” dan memang benar itulah yang terjadi dulu yang ga punya motor sekarang punya motor. Uang ekstra untuk bensin, service sampe terpaksa banget bayar pajak motor, padahal tuh motor dibeli pake duit sendiri ga dibantuin negara. Orang bijak terpaksa bayar pajak.

Banyak yang bilang orang korupsi itu karena tuntutan keluarganya yang banyak, jadilah sang papa korupsi, karena mama belum ke salon dan belum beli perhiasan mewah, karena kakak minta mobil sport import dan karena adek yang buat biaya kuliah padahal dipake buat ke diskotik dan ngedrugs. Dengan begini jadilah kasian si papa walaupun kenyataanya salah si papa yang tidak bisa mendidik isteri dan anaknya.

Rasulullah pun dahulu juga mengalami hal yang sama, beliau ditawarkan tiga –ta tadi orang orang musyrik melalui paman beliau tetapi apa yang beliau katakan masih diingat sampai sekarang

"Demi Allah, wahai pamanku, seandainya mereka meletakkan matahari di kananku dan rembulan di kiriku agar aku meninggalkan dakwah, niscaya aku tidak akan meninggalkan perkara ini (dakwah Islam) sebelum Allah memenangkannya atau semuanya akan binasa."

Udah sering dengarkan? Walaupun ternyata menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadistnya dha’if (lemah) “Jadi ngapain dikutip?” “Lah emangnya ga boleh? Ibnu Katsir dan sekelas Imam Syafi’I aja juga bisa kutip hadist dha’if, yang penting dikasih tau kok itu dha’if dan bukan masalah hukum”. Ya udah ada nih riwayat yang menurut beliau (Al-Albani) derajatnya hasan yang  diriwayatkan seperti ini :

"Orang-orang Quraisy datang menghadap Abu Thalib, lalu mereka melaporkan:"Apakah engkau melihat Ahmad? Ia benar-benar mengganggu dengan adzan dalam menyeru kepada kami di masjid kami. Tolong hentikan perbuatannya itu. Kemudian Abu Thalib berkata,"Wahai Uqail, tolong panggil Ahmad (Muhammad) ke sini." Perawi melanjutkan kisahnya: "Setelah itu aku mencarinya dan kemudian membawanya menghadap ayah. Setibanya di hadapan ayah, beliau memberitahu: "Wahai keponakanku, kaum Quraisy melaporkan bahwa engkau telah mengganggu mereka. Jika benar, maka hentikanlah." Perawi masih menuturkan:"Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melirik pamannya itu (riwayat lain menyebutkan: "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengernyitkan matanya) kemudian menengadah dan bersabda: “Aku tak kuasa meninggalkan hal itu, meskipun karenanya kalian akan meletakkan matahari di atasku”. Perawi mengakhiri kisahnya: Kemudian Abu Thalib berseru: "Keponakanku ini tidak berbohong, karena itu, pulanglah kalian."

Nah jangan alergi baca hadist yak, karena biasanya kita tuh agak males kalau baca isinya dalil melulu padahal itu bagus apalagi kalau ada keterangannya juga.

Kembali ke buntut sapi eh harta tadi yang membuat orang bisa terlena, apakah artinya kita tidak boleh kaya? Menjadi seperti orang sufi yang hidup miskin? Miskin dan sederhana itu beda, orang miskin itu biasanya tidak bersyukur makanya selalu merasa kekurangan sedangkan orang sederhana bersyukur dengan yang ada dan memprioritaskan hartanya untuk yang lebih penting, contoh gampangnya untuk apa kita membeli handphone dengan harga mahal kalau gunanya hanya sms dan telpon aja? Bergaya pake BB padahal bukan bisnisman, pake baju dan sepatu harga mahal yang bermerk disaat melancong keluar, tetapi baju koko sama mukenah buat sholat udah empat tahun sama aja, bersihnya karena jarang dipake.

Membeli barang tentu sesuai kebutuhan dan yang pasti bukan untuk gaya, lebih baik uangnya untuk rutin berenang setiap minggu atau untuk latihan-latihan lainnya yang membutuhkan biaya, ga sanggup beli airsoft bisa sewa, ga sanggup rutin ke gym bisa sebulan sekali hiking untuk melatih diri atau banyak yang lainnya.

Percaya guys jadi muslim itu sebenarnya mahal, jadi ga ada waktu untuk bergaya dengan beli barang mewah yang padahal ga berguna dan bukan saatnya cuma teriak perubahan tapi kerja aja malas, sederhana dalam kekayaan itulah muslim yang berguna dan hentikan pemborosan yang ga berharga.

Wah baru tentang harta aja udah banyak yang dua lagi belum kebagian jatah, intinya jangan miskin karena malas mencari rezeki dan juga jangan berlebihan dalam mencarinya, bersyukur dengan yang kita punya dan prioritaskan harta kita buat dijalan Alloh agar tidak berat untuk memberikan jiwa kita kelak, sederhana dalam kekayaan, pasti bisa!


Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
(QS. Ali Imran: 14)

Selasa, 27 September 2011

Siapa Yang Waras ?

Berbicara tentang kewarasan atau kewajaran, sebenarnya bagi saya setiap manusia itu mempunyai sisi kewajaran dan kegilaan masing-masing, dan sebenarnya standart wajar itupun juga relatif dan tergantung orangnya masing-masing. Bingung? Sama! Mudahnya perbuatan seseorang itu bisa aja si A bilang aneh tapi si B enggak, atau bisa juga bilang aneh secara bersama-sama, berarti semua mempunyai standart aneh yang berbeda tetapi ada batas juga yang sama.

Ah, perduli amat masalah standart aneh yang relatif, sebenarnya ada yang meleset dan sangat aneh di tivi, walaupun sebenarnya yang di tivi itu kalo berbicara tentang islam pasti 50% bohong dan sisanya bohong banget (bukan berarti ga ada yang bener, tetep pasti ada terselip kebohongan). Berita terbaru ini adanya bom bunuh diri yang terjadi di sebuah gereja di Solo, wew! Ga asing sih bom bunuh diri di Indonesia ini dan tentunya yang jadi tuduhannya pastinya orang islam dan spesifiknya yang radikal  versi pemerintah.

Kata presiden dan polisi pelakunya DPO bom Cirebon, trus ada yang bilang pengalihan isu politik yang sedang terjadi karena setiap ada kasus politik yang besar pasti langsung ada kasus bom atau teroris, ada yang bilang mainan intelejen, ada yang bilang biar RUU Intelejen bisa disahkan atau segudang hipotesis lainnya, anggap saja itu semua hanya hipotesis karena bukti kongkret memang ga ada.

Semua hipotesis itu bisa aja benar semua atau salah semua walaupun lebih cenderung benar, tetapi tetap apa yang dilakukan media sangat tidak berimbang, sewaktu kejadian di Ambon hanya diberitakan tukang ojek tewas menurut pengakuan polisi tewas kecelakaan terus tiba-tiba kondisi udah aman karena sudah dijaga oleh aparat lalu dirazia buat orang luar yang mau ke Ambon, siapa aja yang mau bantu saudara muslimnya di Ambon maka ga boleh masuk, dengan alasan kepolisisan menuduh kata jihad sebagai kambing hitamnya.

Ada bom bunuh diri yang hanya pelakunya yang tewas beritanya begitu heboh sampai-sampai presidenpun langsung hari itu juga berkomentar, tetapi 8 muslim tewas dan puluhan luka-luka oleh senjata dan bom yang dilakukan orang kafir disana presiden diam aja? Aneh ga? Keganjilannya jelas banget, seharusnya sewaktu kerusuhan di Ambon presiden juga harus mengusut darimana senjata dan bom yang didapat untuk membunuh muslim disana, tetapi ini gereja yang di bom cepat banget langsung beri komentar, persiden itu adil gag ya? Dan muslim bukan ya?

Kasus lain lagi, yang luput dari media massa di tivi adalah kasus pengrusakan masjid di Sumatera Utara, wah bener-bener ga ada beritanya tuh di tivi, padahal kaum muslim disana menjadi takut karena banyak orang-orang seperti preman yang ingin membunuh mereka karena mereka muslim, hanya karena mereka muslim mereka dituduh teroris, dan seinget saya pun presiden tidak ada komentarnya sama sekali, dan asiknya lagi sebelum kejadian di SUMUT, presiden membuat komentar tentang kejadian penusukan dua jemaat HKBP di Bekasi, presiden meminta agar kasus itu diusut tuntas dan pelakunya dihukum dan tentunya media juga meng ekspos secara besar-besaran.

Kalau mau terbuka seharusnya presiden lebih berimbang dalam memberikan komentarkan? Apalagi bila presiden merasa dirinya sebagai seorang muslim seharusnya hatinya begitu terluka dan pastinya memberikan gerak nyata untuk membantu saudaranya, tetapi yang terjadi presiden hanya berkomentar disaat dirinya, keluarganya atau partainya terancam oleh berita yang bagi mereka ga enak untuk didengar. Yah presiden curhat ke rakyat, tetapi rakyat sama sekali tidak bisa curhat ke presiden. Gimana mau curhat presiden lewat kendaraan lain diusirin sama pengawalnya, presiden apa raja? Yah paling saya hanya dicap sebagai pengkritik yang katanya “coba lu jadi presiden” yah saya ga mau jadi presiden kalau harus menjalankan hukum manusia, mereka terlampau hebat sehingga hukum-hukum Alloh itu harus melalui persetujuan mereka (DPR), loh yang jadi Tuhan siapa nih?

Seharusnya sebagai masyarakat kita bisa sadar diri dan tidak mau selalu dibohongi oleh pemerintah lewat media, karena bukan hanya manusia didalamnya yang memenag ingin korupsi tetapi memang sistem yang ada melegalkan yang namanya korupsi dan suap-menyuap (mau proyek lancar harus ada uang terima kasih) janganlah kita terbodohi lagi oleh media yang hanya bisa berpihak kepada yang bayar, dan perubahan seharusnya bisa dilakukan minimal mulai dari diri sendiri, karena rakyat sudah muak dengan yang ada, rakyat butuh perubahan mendasar bukan hanya dari orangnya tetapi juga sistemnya. Siapa yang waras siapa yang aneh siapa yang bodoh???!!!

Rabu, 21 September 2011

Sedikit Cara Mengatasi Perpecahan


 Pernah lihat "pertengkaran" antar muslim, dari debat tukang kusir sampai mengucapkan kopar-kapir, jelas perdebatan yang terjadi memang perbedaan cara berfikir. Sebenarnya dakwah itupun sudah berat kenapa harus ditambah dengan "konflik" yang sebenarnya bisa dihindarkan. Setelah berkontemplasi begitu keras sehingga keluar korong (upil) dari hidung, ada beberapa kesimpulan utama yang didapatkan bagaimana cara menghindari konflik antar gerakan islam ini.

Hal yang pertama yang cukup mudah, tentu kita membatasi diri dari perbedaan, atau lebih baik jangan membahas perbedaan itu sendiri, lalu bagaimana bila mereka yang memulai? Yah liat situasi, bila itu cuma di dunia maya mereka ngoceh-ngoceh mau diapain? Percuma diladenin pun mereka pasti ga mau kalah walaupun salah, jangan melakukan pembantahan atau perlawanan ditempat mereka, kalo mau bantah buat ditempat sendiri atau lakukan gerilya dengan mempengaruhi sebagian orang.

Contoh kita datang dalam sebuah pengajian, yah kita tau pengajiannya mungkin seperti yang ditivi-tivi, hal-hal yang ga enakin jamaah ga dibicarain, yang penting pembicaraan mereka bisa menghipnotis jamaah dengan ciri khas mereka, jamaaaaahh oh jamaaaah…. Yang penting sih hindari debat, jadi bila kita ingin membantah sebisa mungkin bantahan kita itu hanya berbentuk sebuah pertanyaan, dan jangan dijawab lagi jikalau bilamana seandainya (weleh) jawaban mereka melenceng. Jadi menyembunyikan kebenaran dong kita? Bukan gitu, sebagaimanapun kita mencoba membatah itu jamaah mereka, mereka sebagai “penguasa”, jadi sarannya lebih baik melakukan gerilya atau mempengaruhi personal demi personal, it’s more work.
Selanjutnya, lihatlah setiap gerakan masih mempunyai persamaan ketaatan dan pelepasan diri kita terhadap sesuatu kata kerennya Wala’ dan Bara’ kita, tentu kelompok yang ber-wala’ kepada pemerintah ga akan toleran dengan yang berbara’ begitupun sebaliknya. Jadi sebaiknya semoga kita ber-wala’ kepada Alloh dan ber-bara’ kepada siapa aja yang menentang Alloh dan hukum-hukum-Nya, ingat guys, ketaatan manusia terhadap Alloh bersifat mutlak, sedangkan dengan yang lainnya bersifat relatif.

Selanjutnya dan lebih radikal tapi sebenarnya lebih ampuh dan diterapkan juga oleh musuh-musuh kita, dilihat semenjak tumbangnya Uni Soviet sebagai lawan Amerika dan berakhirnya perang dingin diantara keduanya mulai banyak tuh yang membicarakan apakah lagi yang berpotensial untuk meruntuhkan kedigdayaan Amerika? Dan yang terkenal itu semenjak si Huntington (Samuel P. Huntington) mengeluarkan teori tentang Clash of Civilizations, sebenarnya memang dia membagi islam dan bagi dia yang sangat berbahaya itu orang islam yang ingin mengembalikan kejayaan islam lewat sebuah negara.

Kekahawatiran Huntington itu wajar karena udah banyak umat islam yang menyuarakan kembalinya kehidupan islam secara menyeluruh, dari kemenangan mutlak FIS di Aljazair sampai gerakan-gerakan islam yang menyuarakan kembalinya negara islam. Penyataan dia pun di aminkan sama orang-orang kafir lainnya terutama Amerika, semenjak itulah Islam yang sebenarnya udah hancur lembur semenjak Mustafa Kemal Atatürk membubarkan kekhilafahan Turki Utsmani (tetapi disejarah sering disebut Ottoman, karena kalo dibuku sejarah ditulis Turki Utsmani kelihatan islamnya), jadilah islam adalah musuh mereka.

Udah hal umum sebuah kedigdayaan itu perlu musuh, begitu juga Amerika demi menguatkan status mereka sebagai negara Adikuasa mereka membutuhkan musuh untuk menunjukkannya dan islamlah pilihan mereka setelah runtuhnya Uni Soviet (pilihan bagus, dengan begitu umat islam yang udah lama tidur bisa bangkit) bukan hanya islam radikal karena mereka menganggap selama orang itu agamanya islam maka itu musuh, kalo mereka ga bisa dijadikan budak mereka ya jadi musuh (jadi pilihannya mau ikut Amerika atau jadi musuh mereka).

Kembali lagi dengan perpecahan yang terjadi dalam islam, begitu juga dengan yang mereka terapkan, ternyata dengan adanya musuh bersama bisa menyatukan kekuatan, kita ambil contoh aja seperti di Afghanistan sewaktu diserang oleh Uni Soviet, umat islam berbondong-bondong membantu saudara kita disana, tetapi apa yang terjadi setelah Uni Soviet mundur dan kalah? Perang saudara terjadi disana. Sebenarnya dengan contoh itupun kita bisa menyimpulkan butuhnya musuh bersama untuk menyatukan setiap muslim dengan begitu perpecahan minimal bisa di hentikan sementara.

Masalah terakhir, andaikan kasus seperti Afghanistan terjadi juga, setelah musuh bersama kita ini hancur apakah perpecahan akan kembali terjadi? Kemungkinan besar akan terjadi lagi, sehingga pemimpin yang menyatukan seluruh kaum muslim wajib dan perlu adanya, bukan pemimpin yang membebek kepada Amerika dan sekutunya, bukan pemimpin yang tidak mau menerapkan hukum Alloh, tetapi pemimpin yang sangat taat kepada Alloh sehingga dia tidak berani untuk tidak menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah menjadi landasan hukumnya, pemimpin yang berani membela hak kaum muslim dimanapun dia berada dan tidak disekat dengan batas wilayah dan nasionalisme, pemimpin yang tidak akan didapat dalam demokrasi. Islam sudah sempurna jadi tidak usah pake cara lain.



 


Selasa, 13 September 2011

Semua Adil Dalam Perang Dan Cinta

Semua adil dalam cinta dan perang, pernah dengar kata itu? Yah saya mendengarnya sewaktu nonton film kartun. Tapi ga penting masalah kartunnya (karena saya muak nonton berita dan gosip) ada hal yang penting yang bisa diresapi dari kata itu, memang jelas itulah sifat orang kafir (karena kartunnya yang buat juga orang kafir) bahwa mereka benar-benar menghalalkan segala cara dalam hal cinta dan perang, walaupun secara buktipun mereka menghalalkan segala cara untuk setiap kegiatan yang mau mereka lakukan demi kepentingan sendiri.

Kata “menghalalkan segala cara” sebenarnya ga pantas untuk orang kafir (kasar? Enggak kok, Rasulullah SAW nyebutnya muslim dan kafir atau munafik jadi ga ada istilah NONI) guys, orang kafir ga kenal halal-haram karena itu istilah buat muslim, jadi sebenarnya kita ga perlu asing lagi bila banyak orang kafir yang menggunakan cara licik karena bagi mereka itu halal aja. Lalu bagaimana yang muslim? Nah ini baru perkara, dan perkara ini lebih besar daripada perkara korupsinya si Nazaruddin (Lebbehdotnet).

Muslim yang juga menghalalkan segala cara dengan banyak alasan apalagi alasan ampuh mereka “ yang haram aja susah apalagi yang halal”, lebih enaknya kita balas “ngebilangin kambing aja susah apalagi ngebilangin elu” (biar mereka merasa lebih rendah dari kambing) udah banyak kemungkinan orang yang mengaku muslim tapi bersifat seperti ini, dari yang ga pernah ngelanjutin ngajinya, mencontoh keadaan (kafir), sampai memang ga mau kalah dengan yang lain.


Rakyat Indonesia banyak yang tidak merasa bersalah karena ternyata pemerintah berbohong dalam penetapan 1 Syawal dengan dalil “itu dosa pemerintah, jadi pemerintah yang tanggung” loh dosa bisa di oper gini, bukan salah pemerintah semua, tetap aja yang mengikuti pemerintah juga berdosa, kenapa udah sampai kebenaran pada mereka tetapi mereka tetap saja lebih nurut sama pemerintah? “loh kan taat sama ulil amri”, ulil amri seperti apa? Masa pemerintah yang buat aturan hidup sendiri dan mengabaikan hukum Alloh di taati? Mana mungkin kita bisa taat sama orang yang sama Alloh ga taat? Belum lagi masalah Ambon yang polisi bilang bahwa itu kasus kecelakaan murni, mana ada kecelakaan murni banyak bekas tusukan? Berbohong! Berani banget bohongin rakyat!

Sebenarnya itu hanya sedikit contoh bagaimana orang hidup mengikuti kehidupan orang kafir, yang bener aja guys, islam tidak menyediakan tempat yang bagus untuk orang yang hidupnya setengah-setengah, jadi setengah ikut islam tapi setengah ikut kafir, Alloh udah menegaskan agar setiap muslim itu masuk islam secara menyeluruh (coba buka Al-Baqarah:208) jadi ga boleh masuk setengah-setengah, contohnya sholat jalan tapi melegalkan pelacuran dan minuman keras dengan peraturan yang dibuat sendiri, dan yang penting bayar pajak! What the…

Masih berani setengah-setengah buat masuk islam?, masih sholat tapi masih juga ciumin pacar? Masih puasa tapi ga mau terapnya hukum Alloh di Indonesia? Mau tobatnya entar kalo udah tua? Yang bener aja guys, mau jadi tandingan Alloh dengan mudahnya netapin tobatnya entar tua, tau darimana kita hidup sampai tua, jadi kesimpulannya orang yang masih berfikir untuk tobat waktu entar udah tua maka dia pengen jadi tandingan Alloh karena udah berani nentuin umurnya sendiri, mau jadi tandingan Alloh?

Tobat ga nunggu entar dan ga ada istilah setenagh islam setengah kafir, kalau muslim melakukan maksiat dan ga batal syahadatnya maka dia tetap muslim, tapi kalo muslim melakukan sesuatu yang membatalkan syahadatnya, mau ngakunya muslim tetap aja dia kafir, sampai dia bertobat dan meninggalkan perbuatan yang buat dia kafir. Hati-hati guys jangan sampai kita membatalkan syahadat kita tanpa sadar, makanya cari tau apa aja yang bisa membatalkan syahadat kita, seperti kentut, mau sholat tungang-tungging ampe jidat hitam kalo udah ketut gag sah sholatnya, apalagi udah ga islam, mana diterima.

Kalau masalah perang, yah seperti kata idola kita “perang adalah tipu daya” jadi selama taktik yang dilakukan itu tipu daya sah aja kok, tapi ga ada “cinta adalah tipu daya” jadi dalam masalah cinta jangan di praktekkan, kalo di praktekkin jadinya nyontoh ama orang kafir, kalo kita nyontoh orang kafir berarti kita termasuk golongan orang kafir, kalo masuk golongan kafir jadi tempat terakhirnya juga sama dengan orang kafir yaitu di ne…nera… ah serem nyebutnya.

Jadi ayo jangan setengah-setengah dalam melakukan sesuatu, orang sukses itu fokus terhada sesuatu jadi mereka bisa sukses, muslim yang fokus menjadi muslim (bukan berarti ga pernah salah) akan berhasil dengan janji Alloh (Surga) dan orang kafir yang fokus jadi kafirpun juga sukses dengan janji Alloh (tau sendiri apa) jangan-setengah setengah karena orang setengah-setengah akan cenderung ke yang buruk, rugikan, udah coba beramal tapi bermaksiyat malah dimasukin ke tempat yang buruk, hiiiyyy… tetep Allohlah penentu semuanya, mana mungkin Alloh memberikan tempat yang baik untuk kita kalau kita ga “merayu”-Nya. Abis dirayu jangan sering dikhianati yah! Yaa Alloh berilah kekuatan kepada kami agar Istiqomah dijalan-Mu Aamiin…

Selasa, 16 Agustus 2011

Kandang Hamster

Senangnya hatiku turun panas demamku.. lho? Senangnya hati besok libur nasional, karena besok kebanyakan rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Bagi yang mempunyai semangat nasionalisme dan patriotik maka harus ikut memperingatinya, tapi saya lebih senang melihat kandang-kandang hamster saya daripada ikut upacara dan ritual lomba-lomba bocah. Kandang hamster ini bagi saya persis sekali menggambarkan apa yang disebut dengan nasionalisme. Kenapa bisa?

Peternak hamster itu pasti mempunyai kandang lebih banyak daripada kebanyakan peternak lainnya, karena sifat hamster yang tidak bisa disatukan sembarangan aja, yang jenis campbell ga bisa disatukan dengan jenis sirian, disatukan aja ga bisa apalagi dikawinin, berbeda dengan kebanyakan hewan yang bisa dikawin silang dan bisa dicampur walaupun beda jenis, gampangnya kelinci lokal bisa digabung dengan anggora atau loop, kucing anggora pun bisa dikawinkan dengan kucing kampung.

Seperti itulah nasionalisme yang dibanggakan, membuat sekat setiap orang di seluruh dunia dengan batas wilayah yang sudah ditentukan dan disepakatkan, gara-gara nasionalisme Indonsia ama malingshit (nama ejekan bagi setiap negara) ampe perang dingin, rebutan wilayah, main klem-kleman (claim) ampe perang hacker. Sampe-sampe ada lelucon yang bilang kalo Indonesia sama Malaysia perang maka malaikat bingung karena kedua-duanya sama-sama teriak Allohu Akbar, gara-gara hal yang rendah berani bawa-bawa nama Alloh untuk berantem lawan saudara seiman, Innalillahi..

Mau berfikir jernih ga? kalo mau lanjutin lagi nih tapi kalo masih ngebatu (keras kepala) apa pendapat konyol tuh (nasionalisme) ya udah ga usah dibaca kelanjutannya.

Nasionalisme membatasi setiap manusia menurut suku, ras, dan daerahnya. Gara-gara nasionalisme Indonesia dan Malaysia itu berbeda, gara-gara itu juga kita ga mau perduli sama saudara kita di Pattani, Xianjiang, Moro, Palestina, Iraq, Chechnya dan lainnya, jangan bilang do'a dan bantuan kesehatan itu namanya kepedulian, kita mengirim dokter dan obat-obatan untuk menyembuhkan saudara kita yang disiksa hanya untuk disiksa lagi dan diobati lagi, apa itu namanya bantuan?

Yah nanti saya dibilang hanya bisa protes ga ada bantu andil sama sekali, sebenarnya secara nasional seharusnya Indonesia bisa lebih membantu saudara kita dari sekedar pengobatan, misal militer untuk mengusir Yahudi Israhell, tentu saudara kita tidak akan diserang lagi dan di siksa lagi? bener apa betul? kenapa ga dilakukan? bukan hanya karena nasionalisme tapi juga ada sebab lain, bisa saja Indonesia memang takut (bisa saja).

Kenapa tidak elu aja yang pergi membantu kesana!

Beuh, bener banget tuh mending emang jalan sendiri-sendiri kesana bopong senjata terus nembakin kepala elu yang isinya ga lebih dari darah dan lendir. Kira-kira apa yang terjadi jika masyarakat sipil tanpa melalui pemerintah melakukan latihan militer, angkat senjata? Nah! direkam tuh latihan sama intel terus dipublikasikan bahwa " Teroris siap-siap melakukan pemberontakan" dan tentunya media-media besar yang menyediakan berita tergantung orang yang punya duit, ngeliat para "teroris" sedang latihan membuat rakyat jadi takut, orang-orang yang jenggotnya tebel dicurigai, anak-anak ga boleh ngaji kecuali ke majelis yang ngajakin shalawat dan dzikir aja dan ketakutan lainnya, jadi siapa yang teroris? Orang yang sedang latihan dalam rangka menunaikan perintah Alloh (I'Dad) atau media yang menyebarkan berita kebohongan? Buka mata cuy!

Sebenarnya udah melenceng jauh nih dari nasionalisme, nasionalisme sama paham kesukuan itu ya sama, hanya nasionalisme punya sekat yang lebih gede.

Berarti Agamapun sekat, karena ngebedain antar Islam, Kristen dan agama lainnya?

Bener juga, berarti manusia itu hidup dalam sekat dan memang seperti itu. Sejatinya setiap manusia akan selalu dibedakan, tetapi mana yang lebih mulia? sekat nasionalisme atau sekat islam? kalau menjawab sekat nasionalisme berarti elu udah memenuhi syarat ke empat dari sepuluh syarat pembatal syahadat, meyakini ada hal yang lebih sempurna daripada apa yang dibawa rasulullah SAW. Wah syahadat lagi dagh!

Kalau dibilang islam itu membuat sekat berarti ngaji kita yang belum bener, karena islam tidak membuat sekat. contoh gampang dalam islam orang yang korupsi itu potong tangan dan kaki menyilang, orang yang mencuri bukan karena terdesak kebutuhan juga dipotong tangan, coba dalam negara ini koruptor itu dijemput baik-baik dari luar negeri dengan pesawat charteran, di taro di lapas kelas wahid dengan cctv, bahkan dikasus lain tuh penjara bisa disulap jadi ruangan ber-ac, tetapi orang miskin yang maling pisang aja masuk penjara yang udah sumpek, bau, kotor pula. Adil? sama-sama dipenjara cuy abis dipenjara nyolong lagi deh.

Penjara tidak terbukti menimbulkan efek jera, bahkan orang yang baru keluar penjara malah-malah bisa makin sombong dan arogan.

Apa ini bukti saya tidak cinta tanah air? saya cinta tanah air tetapi benar apa yang dikatakan Tengku Daoed Beureueh "Saya cinta negara saya tetapi saya lebih cinta agama saya", bila bendera merah putih adalah simbol untuk menghormati jasa pahlawan maka Rayyah (bendera hitam bertuliskan syahadat) maka juga pantas dikibarkan, karena saya yakin pejuang seperti Fatahillah, Tuanku (Tuangku) Imam bonjol, Sultan Hasanuddin berjuang tidak membawa bendera merah putih.

Islam udah sempurna dan semua ajarannya paling tinggi dan tidak ada ajaran yang lebih tinggi daripadanya, nasionalisme hanya sekat kecil yang harus dibuang, tinggal pilihlah apa yang jadi pedoman kita untuk hidup di dunia ini, landasan islam atau landasan selain islam karena kita ga bisa ngelakuin setengah-setengah, pilih salah satu atau neraka tempat tinggal terakhir kita karena pilih setengah-setengah atau salah pilih.

Saya cinta negara saya tetapi saya lebih cinta agama saya.

Jumat, 12 Agustus 2011

Mintalah Sepasang Mata Untuk Cinta Yang Buta

Mau dibilang apalagi, cinta itu seperti darah, pasti ada disetiap diri manusia, dari seorang pujangga yang mensyairkan kata cinta untuk dijadikan lagu yang bisa menghipnosis orang, sampai manusia keras kepala yang berlagak tidak menghiraukan cinta (ngeledek saya ini sih) yah setidaknya saya bukan pujangga yang suka merangkai kata didepan umum, karena pada dasarnya laki-laki diciptakan pandai merayu (playboy cap kadal)

Sebenarnya cinta itu tidak bisa diartikan secara menyeluruh, setidaknya setiap orang mempunyai bahasa yang beda dalam mengungkapkannya, tapi seperti apa yang saya katakan cinta adalah sesuatu yang emosional dan apapun yang emosional bertentangan dengan alasan sesungguhnya yang kutempatkan diatas segalanya (bohong dink itu kata Sherlock Holmes) oleh karena itu maka penjajahan diatas dunia.. lho? oleh karena itu hal yang bersifat emosional selalu susah dijelaskan menggunakan logika.

kata orang sih cinta itu buta, sebenarnya bisa dibilang benar karena melihat kelakuan orang yang sedang jatuh cinta seperti orang buta atau menurut saya lebih tepatnya seperti orang melihat menggunakan kacamata kuda, pernah liat kacamata kuda? ya udah kalau gag tau gapapa ga penting karena kacamata kuda itu berguna agar kuda bisa melihat lurus satu arah saja, nah begitulah orang yang sedang jatuh cinta, seperti kuda! eh seperti pakai kacamata kuda.

Apa yang dirasakannya? hanya keindahan, cuma doi dan yang penting hal-hal bagus tentang doi apalagi pas ngeliat doi, beuh! hati langsung berkebun-kebun (saking banyak bunganya). nah itu disebut kacamata kuda cuma bisa lihat satu sisi aja, jadi sisi lain tidak terlihat dan tidak perduli walaupun kelihatan. Sampai disini kalau bukan karena pertolongan Alloh, hal yang mustahil bisa menyadarkan orang yang sedang jatuh cinta. Bukannya pesimis tetapi saya tau dalam posisi keduanya (jatuh cinta, menasehati orang jatuh cinta) kalian pernah juga kan?.

Sebenarnya bukan mau pesimis atau udah "capek" memberitahu tentang masalah cinta dengan teman-teman kita yang menganggap pacaran sebelum nikah adalah hal yang biasa, udah matanya tertutup oleh si doi (bukan berarti si doi berdiri di depan matanya) biasanya iman yang kurang kuat dan pemahaman kitalah yang membuat kalau sedang terkena VMJ (Taulah singkatannya) itu sangat susah disadarkan, mending kalau kita yang terkena karena lemah iman terus patah hati, pasti langsung tobat, tetapi bagaimana karena pola fikir kita seperti yang tadi? pacaran sebelum nikah adalah hal yang biasa. Walaupun udah putus dan sakit hati, yah tinggal cari lagi.

Inilah dimana cinta selalu membutakan orang, karen pola fikir yang dimiliki memang membuat orang terbutakan oleh yang namanya cinta, jangankan cinta apapun yang bertentangan dengan hati nurani mereka pasti mereka bantah (jadi inget waktu debat sama kawan tentang poligami) dengan mudah kebanyakan orang yang berfikir standart (bukan islam) selalu menggunakan hati nurani seusai standart mereka.

Yah bagi saya sudah ketemu dimana masalahnya, pola fikir dan rujukan berfikir, disetiap perdebatan dan cara berfikir yang berbeda pasti karena pola fikir, cara berfikir dan pemahaman yang dimiliki, jadi jangan aneh bila melihat orang yang menurut kita cara berfikirnya aneh, mungkin bagi mereka cara berfikir kita juga aneh jadi pantaslah banyak orang aneh dan banyak juga yang menganggap saya aneh.

Sepertinya sudah terlalu ngelantur, kembali lagi ke cinta buta yang membuat penderitanya buta sehingga butanya itu membuat buta juga... (loh? apa maksudnya?) Sebenarnya cinta selain kepada Alloh bisa membuat buta seseorang apalagi dengan lawan jenis, jenis apapun pasti jadi lawannya (ngaco lagi) ya udahlah daripada ngaco terus karena memang hal yang emosional itu hal yang susah diungkapkan, jadi lebih baik berdoa sajalah Yaa Alloh sang pemilik segalanya, pemilik hati yang rapuh ini, kuatkan hati ini agar cinta yang mutlak hanya cinta kepada-Mu, dan cinta yang lain adalah cabang dari pokok cinta pada-Mu, hati ini lemah maka kuatkanlah, hati ini rapuh maka tegarkanlah, hati ini khilaf maka sadarkanlah. disaat kami buta karena cinta maka berikanlah mata agar kami bisa melihat kebenaran-Mu, disaat kami tuli karena cinta maka berikanlah telinga agar dapat mendengar friman-Mu, Engkaulah maha segalanya dan pemilik segalanya.Aamiin

NB : Hati-hati loh, cewek yang sudah dirayu cowok dengan kata (aku akan menikahimu-calon isteriku de el el) pasti akan mudah luluh dan mau memberikan "segalanya" karena udah termakan rayuan... So Becarefull, nikah muda emang bagus tapi bukan karena udah hamil duluan. Udah merusak keturunan malunya berdampak kemana-mana.

Senin, 08 Agustus 2011

Awas batal

Dibulan puasa begini memang tidur adalah hal yang menyenangkan, hamster pada tidur kelalawar juga tidur bahkan saya yang biasanya ga tidur siang (kecuali libur dirumah) ikutan tidur, Ups! jangan dicontohlah siang gini seorang pekerja tidur bisa digetok sama bos walaupun bisa aja sih curi-curi waktu buat menutup mata barang beberapa menit (atau jam).

Untunglah luffy itu bukan islam dan bukan juga manusia (dia cuma tokoh utama di one piece) ga ikutan puasa, karena ga kebayang kalo dia puasa, mungkin kapalnya sendiri dimakan. tapi apa peduliku toh dia hanya sebuah gambar yang terlihat seperti nyata tapi keren deh saya pengen ketemu dia di dunianya hehe.. seperti biasa, tokoh utama pasti bodoh tetapi juga cerdas.

Sebenarnya rugi juga setan di ikat sewaktu bulan Ramadhan, karena manusia berbuat kesalahan itu ga mandang bulan... kalo kita berbuat salah di bulan ini setan ga bisa dijadikan kambing hitam... hadeh... setan senang sekali kalian dibelenggu bulan ini, lalu siapakah yang harus kami jadikan kambing hitam atas kesalahan kami dibulan ini? tetapi setan mungkin juga sedang banyak yang nganggur, karena banyak manusia yang kelakuannya melebihi setan atau bahkan kata setan "ga usah dibujuk juga udah berbuat" waduh kok saya tau ya? jangan tanya kenapa!

Tetapi otak ini mulai berfikir (tumben) kenapa isinya tidak sesuai judulnya? ah perduli setan! setanpun tidak perduli dengan judulnya. Yah sedikit biar nyambung deh! malas membahas yang bisa buat batal puasa, bocah SD pun tau dan mungkin hapal kalo makan ama minum sewaktu puasa itu batal. tapi ada yang penting lagi nih, kalo batal puasa sih dosanya ga segede dosa orang batal syahadat walaupun sama-sama dosa, orang yang batal puasa biasanya itu sadar tapi orang batal syahadat itu ga tau kalo batal dan parahnya lagi udah dikasih tau masih juga ngebatu (keras kepala).

Ga usah ditanya lagi, orang yang suka kedukun, kasih sesajen ke laut atau pohon apalagi berdo'a selain kepada Alloh, itu bukannya batal lagi syahadatnya emang ga pernah bersyahadat mungkin tuh orang.

Tapi ada kok yang mereka bersyahadat, sholat bahkan haji!

Nah itu lebih koplak lagi, orang kek gitu persis banget kayak orang nasrani, beramal tanpa ilmu, orang beramal tanpa ilmu bisa aja nasibnya kek orang nasrani amalnya gag guna. Orang bersyahadat ga ada ilmunya itu udah tidak memnuhi syarat pertama buat syahadat, ilmu. Ilmunya aja gag tau gimana bisa yakin ? trus gimana bisa ikhlas, apalagi kufur ama thagut, ntar dikira thagut nama makanan daerah lagi.

Anggaplah lolos dan memnuhi kriteria buat bersyahadat, ati-ati juga karena tuh syahadat bisa batal, syahadat batal mau sholat tungang-tungging juga percuma gag bakal diterima, jangan suka becanda bawa-bawa ayat Al-Qur'an, jangan mengramkan apa yang halal begitu juga sebaliknya, dan yang lebih parah lagi, udah tau hukum Alloh itu sempurna tapi masih meyakini ada hukum lain yang lebih sempurna, maka udah ga ada keraguan lagi syahadatnya udah batal, bukannya kafir tapi masih islam tapi udah kafir murtad. (emang lu kira gampang jadi penguasa).

Puasa itu bisa batal kalo kentut dalam air (mulutnya sambil ngemut permen), sholatpun bisa batal kalo kentut, mau kentut, makan, apalagi onani sama aja batal kalo udah batal ya harus dari ulang bukannya dilanjutin, walaupun udah dari ulang jangan lagi sholat makan lagi, ya batal lagi. seneng banget sih putus nyambung kayak  ABG labil ? ga sadar umur apa? anak isteri dirumah (lebbehdotcom).

Jangan sampe gara-gara udah syahadat merasa masuk islam trus walaupun dosa banyak akhirnya masuk surga, kalo syahadat udah batal mana bisa masuk surga? cek lagi batal apa engga? kalo boleh request di radio saya mau request Adzan magrib.

Jumat, 05 Agustus 2011

Menulis Adalah candu

kecanduan bisa dianggap hal yang normal, secara mudahnya candu itu adalah apabila kita tidak melakukannya kita akan gelisah dan merasa ada yang kurang, walaupun tidak bisa juga diartikan seperti itu, karena saya ingin menikah dan sampai sekarang masih gelisah karena belum kesampaian, apakah itu candu? candu itu adalah hal yang sudah pernah kita lakukan dan kita jadi ingin melakukannya lagi, kalau begitu makan itu candu? hahaha baiklah semakin asal aja (Gludak).

Seperti itulah yang kurasakan sekarang tentang menulis, setiap melamun aku tidak hanya melamunkan hal-hal jorok (becanda deh) tetapi aku lebih seperti menulis sebuah pengalaman atau cerita apapun yang sesuai dengan apa yang sedang aku bayangkan, walaupun kadang-kadang tidak juga, ada hal yang kadang membuat aku heran apakah candu itu seperti kebiasaan? jawabannya sepertinya tidak

Kebiasaaan setiap orang itu macam-macam, contoh kebiasaan apa yang kita lakukan disaat kita sedang stres atau banyak masalah? ternyata kebiasaan ibuku menurun kepadaku, biasanya aku menghabiskan uang untuk makan, entah makan apa yang penting makan hehe.. setidak-tidaknya aku tidak seperti Fitri bocah umur 11 tahun yang setiap stress karena "disiksa" oleh orang tuanya dia memanjat SUTET, hmm... salut juga kepada Fitri, daripada gantung diri mungkin itu tidak terlalu buruk walaupun sama-sama membuat adrenalin meninggi.

Sudah lama aku tidak menulis dan membuatku gelisah, sudah banyak kata-kata yang seharusnya sudah berpindah ke blog ini ternyata hanya hilang ditelan amnesia sementera, lebih baik cepat saja ikat semuanya lewat tulisan, karena aku tahu aku penghafal yang buruk dan malas adalah penyakit utama dan lengkaplah penderitaanku, hasrat yang tidak tersalurkan yang selalu lenyap dibasmi oleh rasa malas, kenapa rasa malas tidak juga melakukannya disaat aku ingin menikah? berarti malas itu tidak adil dan memang dunia ini tidak adil.

Seburuk-buruknya tulisan ini setidaknya tidak plagiat dan hasil otak ini yang sebenarnya jarang bekerja, aku suka menulis, aku cinta menulis dan aku tidak suka yang berjenggot karena mereka tidak cocok dijadikan isteri (Plak) yang pasti jangan berhenti menulis apapun halangan, hambatan yang ada dalam diri SEMANGKA (SEMANGat KAka) hadoh puasa ngomongin semangka..

Kamis, 23 Juni 2011

Berfikir Miring Diantara Orang Miring

Banyak hal yang dikatakan yang bertentangan didunia ini tapi katanya hanya berbeda tipis, contoh mudahnya gila dengan jenius, cinta dan nafsu dan masih banyak lagi (sebenarnya sudah tidak bisa menyebutkan lagi). Tapi entah bagiku semuanya itu sama, andaikan gila dan jenius itu digambarkan oleh benda maka mereka adalah benda yang sama begitu juga cinta dan nafsu, bingung? pasti enggaklah!

Contoh mudah, misalkan cinta itu pisau, maka nafsu itu juga pisau lalu dimana perbedaannya? yah bagaimana kita menggunakan pisau itu, disaat pisau itu digunakan sesuai peruntukannya misal buat memotong sayur, buah dan memang peruntukannya maka istilahkan aja itu cinta, dan sebaliknya disaat pisau digunakan untuk memotong urat tangan sendiri, memotong panci bahkan rumah (terlalu lebay ini sih) maka ibaratkan aja itu nafsu karena bukan sesuai SOP yang sudah ditetapkan (bukan saya yang menetapkan lho).

Yah menyimpulkan sesuatu kadang mudah, ada yang cukup melihat sekali, atau beberapa kali atau sering kali yang pasti apa yang kita lihat itulah biasanya menjadi kesimpulannya. Disaat semua dilakukan sesuai peruntukannya, maka hasil yang didapatkan maksimal dan juga mengurangi resiko yang timbul. Walaupun beberapa kasus mungkin kita suka menggunakan benda yang tidak sesuai tetapi bisa, anggaplah itu hanya untuk beberapa kasus.


Begitu juga hidup, kita harus yakin bahwa setiap makhluq yang diciptakan pasti sudah mempunyai tugas dan begitu juga benda mempunyai manfaat dan mudharatnya dan juga akibatnya, jadi pantaslah manusia diberi akal agar bisa berfikir karena yang ga mau berfikir cuma hewan.

Sebenarnya ini udah jauh dari yang sebenarnya mau aku tulis dan sebenarnya teori bualan diataspun hanya teori dan sangat lemah, karena itu bila digambarkan dengan benda, tetapi mereka sifat. Andaikan mereka benda yang sama kenapa dalam bentuk sifat digambarkan berbeda?, apa cinta dan nafsu (kok contohnya ini lagi?) adalah sudah dalam bentuk perbuatan? Andaikan itu adalah bentuk perbuatan maka sifat apa yang yang menggambarkan 2 kata itu? Pisau tadi saat digunakan yang benar atau namanya tetap pisau, tetapi sifat ini ??

Arrgghh… biarkan saja para ilmuan atau ahli bahasa ataupun ahli filosofi menggambarkannya atau memberi kata mudah untuk kita, cukuplah saatnya kita berfikir miring, jangan sampai salah miringnya bila miring kearah yang benar maka kita lurus tetapi bila miringnya salah maka akan terbalik, bingung? Sama :-D !
Bagiku kita sedang hidup dunia yang miring, dimana yang miring itu dianggap lurus oleh banyak orang, disaat seorang anak yang mengatakan kejujuran soal mencontek massal malah dia dan sekeluarga di usir warga sekitar, dan hebatnya ada juga sekolah lain yang meniru hahaha.. Siapa yang edan yah ?

Tapi kita pasti tahu apa yang biasanya orang jawab sewaktu ditegur saat melakukan kesalahan, “Ah, sok alim lu”, “ Yang haram aja susah, apalagi yang halal”, “Benerin diri sendiri dulu baru nasehatin orang lain” atau yang parahnya “ mau ceramah di masjid aja sana” aku percaya bahkan di zaman crestasius pun tidak sekejam ini (terlalu lebay).

Apakah yang salah? Cara mendidik orang tua? Lingkungan yang merusak? Atau pemerintah yang tidak taat kepada Alloh? Padahal para pemimpin bukannya tidak taat, tetapi “hanya” menandingi Alloh sebagai pemilik segala hukum dengan kata ampuh mereka “Syariat islam kurang cocok, lebih cocok Pancasila di negara ini” percayalah kawan hanya Tandingan Allohlah dan para penyembahnya yang mengatakan seperti ini, mereka mengambil hak prerogatif Alloh dalam membuat hukum dengan menentangnya, Gila? Tidak kawan tanyalah orang sekitar kita.

Jadi, apakah patokan kita untuk melihat lurus? Mengaku islam tapi tidak mau menjalankan hukum Alloh maka tetap aja miring, benci terhadap hukum sekarang tetapi tidak mau juga dengan hukum Alloh malah tambah miring bahkan terbalik, atau mengaku islam dan mau terhadap hukum Alloh dan mencoba menereapkannya disegala aspek? Tidak mudahkan? Kalau mudah maka tidak akan teruji mana yang sungguh-sungguh mana yang ikut-ikut, merasa hidup ini tidak adil? Ya memang tidak adil karena Alloh yang Maha Adil. Jadi saatnya meluruskan pandangan dan pemikiran semua orang yang bengkok, mulai dari diri sendiri baru menyebar, susah? Coba dulu!.